|

Menyikapi Persaingan Harga Yang Tidak Sehat

Dalam bisnis terutama sektor perdagangan seringkali diperhadapkan pada persaingan harga yang cenderung tidak sehat. Hal ini kadang membuat pengusaha bimbang, apakah harus ikut bersaing dengan menurunkan harga dengan konsekuensi keuntungan yang menipis bahkan cenderung merugi? Lali nagaimana menyikapinya?.

Setiap usaha pasti diperhadapkan oleh keberadaan pesaing/kompetitor, dimana keberadaan pesaing bisa dipandang sebagai sesuatu yang positif untuk perkembangan usaha, namun seringkali juga seperti yang Bapak sampaikan, jika persaingannya sudah menjurus ke perang harga secara membabi buta maka kita sudah harus berhati-hati. Sebelum memutuskan ikut bersaing, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan :

  • Ketahui semua berapa biaya-biaya yang dikeluarkan untuk usaha kita, baik biaya langsung maupun tidak langsung, biaya tetap maupun tidak tetap, biaya susut alat, dan lain-lain sehingga diketahui berapa Harga Pokok Penjualan per item produk.
  • Carilah pemasok produk atau bahan baku yang terbaik, dari sisi kualitas dan harga yang kompetitif.
  • Lakukan diferensiasi produk dan layanan yang kita tawarkan ke konsumen sehingga produk kita mempunyai ciri khas tersendiri (ini membutuhkan kreatifitas dan inovasi)

Namun harga bukanlah satu-satunya faktor konsumen untuk membeli sebuah produk. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan konsumen, menjaga hubungan baik dan membangun kepercayaan serta memberikan pelayanan terbaik. Beberapa hal yang bisa dilakukan :

  • Pelajari secara detail siapa konsumen kita, kebiasaan mereka, latar belakang, usia,pendidikan, dan lain-lain sehingga kita bisa mengetahui apa keinginan konsumen terhadap sebuah produk.
  • Promosikan produk kita dengan memberitahukan konsumen mengenai keunggulan produk kita dibanding yang lain mulai pilihan bahan baku, proses produksi hingga makna merek/brand dari produk tersebut.
  • Selalu menjaga kualitas produk. Karena tidak jarang diawal usaha kualitas produk bagus namun seiring waktu kualitasnya menurun, padahal sudah mempunyai banyak pelanggan.
  • Berikan kejutan spesial untuk pelanggan setia kita seperti diskon atau hadiah yang lain pada waktu-waktu tertentu.
  • Berikan layanan purna jual dan garansi/jaminan terhadap produk yang kita tawarkan.
  • Selalu berkomunikasi dengan pelanggan/konsumen meski hanya pesan pendek, sekadar menanyakan kabar dan ucapan selamat di hari-hari penting seperti hari raya dan lain-lain.Tentu masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan, dengan mengetahui lebih detail siapa dan bagaimana mereka.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *