| |

Hilirisasi Rumput Laut : Sinergi CV Lars House, PLUT Sulsel dan SETC Dorong Inovasi Produk UMKM

Makassar – Sulawesi semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat produksi rumput laut dunia, dengan kontribusi terbesar kedua secara global setelah Tiongkok. Melihat potensi strategis tersebut, CV Lars, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan bersama Inotek Foundation dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) menginisiasi kegiatan Aktivasi Kelas Collaborator Hub sebagai upaya mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula PLUT Sulsel, Jl. Metro Tanjung Bunga, Makassar, pada Kamis (9/4/2026), dengan fokus pada pelatihan pengolahan rumput laut menjadi produk olahan bernilai tambah, khususnya permen jelly berbasis rumput laut. Program ini dirancang untuk menggeser paradigma pelaku usaha dari sekadar penjual bahan mentah menjadi produsen produk inovatif siap pasar.

Menariknya, kegiatan ini juga diinisiasi dan diperkuat oleh keterlibatan CV Lars House, sebuah perusahaan UKM asal Makassar yang bergerak di bidang pengolahan rumput laut menjadi berbagai produk makanan siap saji, seperti kerupuk, minuman kesehatan, hingga produk inovatif Chocoweed. Perusahaan ini didirikan oleh Ibu Arie Hijriyah, yang dikenal sebagai pelaku usaha yang konsisten mengembangkan pangan sehat berbasis rumput laut.

Dalam kegiatan ini, Ibu Arie Hijriyah turut berperan sebagai fasilitator utama, membagikan pengalaman praktis sekaligus mendampingi peserta dalam proses produksi. Kehadirannya memberikan nilai tambah karena peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pembelajaran langsung dari praktisi yang telah berhasil mengembangkan usaha berbasis komoditas lokal.

Direktur Eksekutif Inotek Foundation, Ivi Anggrainy, menyampaikan bahwa Makassar merupakan salah satu dari 30 titik Collaborator Hub di Indonesia yang dirancang untuk memperkuat kapasitas SDM UMKM.

“Kita tidak lagi berbicara sekadar bertahan, tetapi bagaimana UMKM mampu tumbuh, berkolaborasi, dan menciptakan peluang baru. Dengan potensi rumput laut yang besar, inovasi produk menjadi kunci agar pelaku usaha memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT PLUT Sulsel, Luqi Ubaidi Azis Halim, mengapresiasi kolaborasi multipihak yang menghadirkan pelatihan berbasis praktik langsung ini. Ia menilai pendekatan tersebut sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis pelaku UMKM.

“Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu memproduksi secara langsung. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dalam menciptakan produk unggulan daerah yang kompetitif,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan komitmen PLUT Sulsel dalam menyediakan berbagai layanan pengembangan usaha secara gratis, mulai dari konsultasi bisnis, pemanfaatan fasilitas gedung, hingga program inkubasi bagi UMKM.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Makassar. Kepala Dinas Koperasi Kota Makassar, Arlin Ariesta, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan pelaku usaha dalam memastikan efektivitas program pemberdayaan ekonomi.

“Masukan dari pelaku UMKM sangat penting bagi kami untuk mengukur keberhasilan program. Kolaborasi seperti ini menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di daerah,” jelasnya.

Melalui Aktivasi Kelas Collaborator Hub ini, diharapkan lahir lebih banyak inovasi produk turunan rumput laut dari pelaku UMKM lokal. Tidak hanya meningkatkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Sulawesi Selatan dalam rantai nilai ekonomi biru berbasis sumber daya kelautan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *